Ekspektasi Tak seindah Realita

Kholifatul Amiin Asihito, yang akrab dipanggil “Olif/Alif” adalah salah satu sosok siswa MTs Negeri 2 Bandar Lampung Yang mempunyai karakter patut dicontoh oleh pelajar lainnya.

Olif yang lahir di Kota Boyolali, 12 Juli 2003 ini mempunyai ciri khas Si Hitam Manis yang murah senyum, sangat ramah kepada semua orang, santun, dan sedikit bicara (pendiam). Selain menyukai menggambar/melukis khususnya membuat doodle-art, Olif juga menyukai olahraga futsal. Ia nyaris tak pernah mengeluh lelah dengan aktivitasnya sebagai pelajar. Pantaslah bila ia selalu masuk peringkat lima besar di kelasnya dari kelas 7.

Kata-kata terakhir yang sangat berkesan di hati teman-temannya di kelas 9D TP. 2018-2019 adalah “ekspektasi tak seindah realita” sebelum ia dinyatakan terserang penyakit TUMOR PARU oleh Dokter di RS Persahabatan Jakarta. Dalam sakitnya, ia tak mau orang lain tahu apa yang ia rasakan. Dalam sakitnya, ia selalu memegang harapan masih dapat sembuh dan kembali dapat berkumpul bersama teman-temannya menimba ilmu meraih cita-cita. Dalam sakitnya, ia masih memberi semangat kepada teman-temannya ketika akan bertanding futsal.

Betapa bahagianya Olif ketika ia bisa mengikuti Pra-UN, hari demi hari ketika Pra-Un ia lewati dengan memendam rasa sakit yang mungkin luar biasa. Setiap guru bertanya “ Sehat Lif ?” atau “Kalau Olif tidak kuat, Olif bisa istirahat” tapi dia selalu menjawab dengan tegas   “sehat Bu/Pak”  atau “Saya kuat Bu/Pak” sambil tersenyum seolah tak mau orang di hadapannya merasakan apa yang ia rasakan. Ketika teman-temannya berlomba untuk mengejar hafalan tahfidz juz 30, dia sudah melangkah ke juz 29, bahkan dia sudah menyelesaikan sulaman selendang tapis yang akan dikenakan pada acara wisuda tahfidz.

[ngg src=”galleries” ids=”14″ display=”basic_thumbnail”]

Ekspektasi tak seindah realita akhirnya terjadi pada kehidupan Olif, bayangannya tentang kehidupan, cita-cita, dan harapannya harus berakhir di hari kedua UAMBK. Sepulang dari sekolah di hari pertama UAMBK, ia telah terlihat sangat lelah walau berusaha tak ditunjukkannya pada orang-orang sekelilingnya, ia tetap meminta ibunya untuk mengambilkan buku Fiqih pelajaran yang akan diujikan pada hari kedua UAMBK. Olif belajar hingga larut malam. Ketika dini hari, semangat hidup Olif terkalahkan oleh rasa sakit yang ia tahan berhari-hari,ia dilarikan ke rumah sakit dengan tetap berbekal baju seragam, dan ia akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada pagi hari kedua UAMBK, tepatnya tanggal 21 Maret 2019 sekitar pukul 07.15 WIB.

Begitu besarnya semangatmu untuk meraih cita-cita walau dalam sakit, sementara banyak pelajar-pelajar lainnya asyik bermalas-malasan, tidak memiliki semangat padahal dilimpahi kesehatan oleh Allah SWT.

Selamat Jalan Olif…..biarlah semangatmu,ekspektasimu tertular pada pelajar-pelajar lainnya yang berharap memiliki kehidupan realita yang indah. Kami yakin kau di sisi-Nya tetap tersenyum untuk kami yang kau tinggalkan, karena harapanmu pasti melihat orang-orang yang kau sayangi memiliki kehidupan yang indah. (EL)

1 thought on “Ekspektasi Tak seindah Realita

  1. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, tersentuh hati teringat cinta, terguyur peluh perindu, terkulai lemas dibaca cerita. Kisah nyata yang tinggal kenangan,
    Nyata apa fatmorgana ?
    Kau pergi seakan kau masih. Candamu adalah bahagia kami, tawamu buah hati kami. Kau dambaan kami, kau harapan kami, namun kau lebih disayangi oleh Illahi Robbi. Kau dipanggil, kau hadir dengan tak nampak kesedihan, bahkan kau tersenyum kau perlihatkan ketampananmu pada kami , kami pun melihat kebahagianmu menghadap الله. Tak ada kata sedih yang kau ucapkan, tak ada kata duka dalam dirimu nak. Kholifatul Amiin Asihito kau kini sdh mendahului kami menghadap الله. Teriring doa semoga terang dan luas tempatmu nak, dan dijadikannya alam kuburmu menjadi taman-taman syurganya الله سبحان وتعل.
    Terimakasih kasih kami ucapkan kepada :
    1. Bapak Kepala MTs N 2 Balam
    2. Bapak ibu guru dan karyawan MTs N 2 Balam.
    3. Semua teman-teman Kholifatul Amiin Asihito.
    Selanjutnya kepada seluruh keluarga besar MTs N2 Balam mohon maaf jika ada hati yang terluka karena kata” anak kami. Mohon doanya selalu yang terbaik untuk anak kami Kholifatul Amiin Asihito. Dan akhirnya semoga semuanya sukses selalu dalam Ridho Allah SWT.
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *